KITA BELUM MERDEKA!!

KITA BELUM MERDEKA!!!

(Sebuah Renungan di Hari Kemerdekaan)

Oleh: Dandi Kurniawan

“DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE-75”, ucapan seperti ini, pada malam 16 Agustus 2020 sudah menghiasi di hampir seluruh laman media sosial saya; mulai dari whatsapp, facebook, instagram sampai twitter. Paginya 17 Agustus 2020 ucapan-ucapan semisal semakin semarak dibagikan teman-teman saya di media sosial mereka masing-masing. Ucapan ini tidak lain sebagai euforia kegembiraan rakyat Indonesia atas kemerdekaan yang mereka raih tujuh puluh lima tahun silam. Kemerdekaan yang awalnya hanya sebuah impian, namun kemudian menjadi kenyataan.Ya!, Tujuh belasan adalah momentum yang paling bersejarah dalam perjalanan bangsa Indonesia. Hal ini tidak lain karena keberhasilan bangsa Indonesia merebut kemerdekaannya dari para penjajah setelah 350 tahun lamanya berjuang. Tidak heran jika momentum ini sangat ditunggu-tunggu setiap tahun.

Namun demikian, muncul pertanyaan dalam benak saya, apakah Indonesia sudah benar-benar merdeka? Atau hanya fiktif belaka? Apakah penjajah sudah benar-benar pergi dari bangsa ini? Atau malah kita memelihara penjajah di negara sendiri? Sebuah pertanyaan besar yang harus kita jawab bersama.

Dalam hemat saya, Indonesia memang sudah merdeka secara konstitusional. Namun esensi kemerdekaan itu tidak pernah kita rasakan, bahkan setelah proklamasi dikumandangkan. Faktanya, saat ini Indonesia masih terjajah di beberapa sektor kehidupan, terutama di sektor perekonomian. Banyak sekali permasalahan perekonomian yang sedang bangsa Indonesia hadapi sekarang, mulai dari pembengkakan utang negara, pengerukan sumber daya alam indoensia oleh pihak asing secara berlebihan, sampai maraknya praktek korupsi yang merugikan uang negara. Masalah masalah ini mencerminkan kondisi perekonomian Indonesia yang belum bebas dari kata penjajahan.

Mengenai utang negara, kita dapat mengambil data yang dilansir dari kompas.com edisi rabu, 15 april 2020 sebagai acuannya. Dalam data tersebut, dinyatakan bahwa utang Indonesia tembus di angka Rp. 6.376 triliun pada februari 2020. Sungguh angka yang fantastis bagi sebuah negara yang hanya memiliki pendapatan Rp. 1.972,2 triliun pertahunnya.

Read moreKITA BELUM MERDEKA!!